Showing posts with label Marketing. Show all posts
Showing posts with label Marketing. Show all posts

arti sebuah nama dalam branding dan marketing

apakah arti sebuah nama dalam sebuah produk perusahaan atau yang lebih dikenal dengan branding . Brand name merupakan salah satu hal yang berpengaruh dalam branding. Nama menjadikan brand dikenal konsumen. Selain itu, rangkaian kata yang menjadi nama se­ringkali menggambarkan cerita atau esensi brand tersebut dan membentuk ikat­an emosional dengan konsumen. 

Brand name yang hebat memiliki kekuatan untuk menyentuh konsumen secara emosional dan juga pemikiran tanpa terduga. Hal ini hanya bisa didapatkan dari pener­jemahan brand positioning atau brand essence ke dalam penamaannya.
Bagaimana cara mendapatkan brand name yang hebat? 
Sebenar­nya sederhana, yang diperlukan untuk menciptakan penamaan brand adalah dengan mengkomunikasikan brand strategy yang dimiliki. Itu lah kuncinya. 
Brand strategy yang dimaksud adalah strategi bagaimana brand akan dipersepsikan konsumen. Strategi ini dapat dilihat dari brand positioning atau brand essence. Contohnya, mungkin sebagai brand yang memberikan kenyamanan atau brand yang menjamin kebahagiaan. 

Dalam hal ini, brand name bisa berupa kata yang menjelaskan fungsi secara lugas seperti pada brand air mineral siap minum, Aqua. Namun dapat pula dalam bentuk penamaan yang emosional seperti Nestle Pure Life, yang juga brand air mineral.

Keduanya di kategori yang sama, namun pendekatannya berbeda. Memang tidak ada pilihan mana yang lebih baik antara penamaan yang literal atau emosional, semua tergantung pada pemilik brand dan strategi­nya; apakah fungsio­nalitasnya atau perasaan yang akan diberikan kepada konsumennya. 
Selain itu masih ada pendekatan lain di dalam penamaan brand; Akronim, nama dari singkatan seperti IBM atau BCA. Neo­logisme, yaitu pembentukan sebuah kata baru yang belum ada sebelumnya. Contohnya adalah Kodak yang tidak memiliki makna apa pun, namun terdengar positif. Nama pendiri juga sering dijadikan sebagai pendekatan lain, misalnya Ayam Goreng Suharti, Jamu Nyonya Meneer, atau Krisbow yang berasal dari pendirinya yaitu Kristian Wibowo. 

Pendekatan lainnya yang se­ring digunakan adalah pendekatan geografis. Dalam metode ini umumnya daerah brand itu berasal yang dijadikan brand name, seperti misal­nya Fuji Film. 
Yang terakhir adalah personifikasi, yaitu penamaan brand dengan karak­teristik dari benda atau tokoh lain.
Namun di sisi lain ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan dalam proses penamaan brand. 
Yang pertama adalah hindarkan brand name yang generik. Pada umum­nya, brand yang diberi nama secara li­teral dan berdasarkan fungsionalitasnya sering terjatuh di kate­gori ini. Walaupun lugas dan tepat, brand name juga harus unik dan berbeda. 
Yang tak kalah penting diperhatikan adalah menghindari penamaan yang mi­rip brand lain atau copycat. Banyak yang berpikir dengan memberikan nama yang mirip kompetitor atau brand besar lainnya akan membuat brand mereka jadi sama hebatnya. 
Namun yang terjadi malah sebaliknya. Konsumen akan langsung menyimpulkan bahwa brand tersebut adalah produk me-too yang tidak memiliki inovasi dan hanya meniru. Kalau sudah begini, tidak akan ada kesempatan bagi brand tersebut untuk tumbuh berkembang menjadi brand besar.

Yang terakhir adalah brand name harus mudah dieja dan diucapkan. Dalam kese­hariannya, konsumen pasti akan sering menyebutkan nama brand. Maka dari itu diperlukan brand name yang jelas dalam peng­ucapannya untuk mempermudah konsumen menyebut dan meng­ingat brand tersebut.
Jadi bila dapat disimpulkan, brand name adalah salah satu hal penting dalam pembentukan sebuah brand karena membentuk asosiasi karakter dan identitas. 

 sumber :yea.com

Labels

  • Marketing (1)